Kamis, 30 September 2010, Ba’da ashar di Darush Sholihat disampaikan ust. Syatori AR himself
Hidup bila hanya untuk dunia seperti hidup di dalam gurun pasir, kering
Ibnul Qoyyim Jauziyah berkata :” Di dalam hati setiap manusia terdapat sebuah ruang kosong dan kering yang tidak bisa ditutup kecuali dengan dzikrullah (ingat kepada Alloh).”
Puncak dari dzikrullah adalah shalat. Shalat adalah oase bagi jiwa kita.
TQS Thoha : 14 “Dan dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku … “
Sholat akan membuat kita terhindar dari kekosongan dan kekeringan jiwa
Tanda-tanda hampanya jiwa
Ada dua jenis tanda-tanda hampanya jiwa.
Jenis pertama terasakan, orang bisa merasakannya. Contoh : mereka yang merasa kecewa oleh sesuatu atau seseorang. Jenis kedua sangat halus sehingga tidak terasakan, mereka atau kita ( ?) hanya menghabiskan waktu untuk kesenangan dunia, misal : melihat sinetron yang tidka mengingatkan kita pada-Nya. Tanda-tanda hampanya jiwa terlihat dari perilkau orang tersebut. Misal, nonton bola untuk apa.
1. Berbuat Jahlun, berbuat apa saja tanpa memikirkan akibatnya
2. Bersikap ananiyyun, sikap dan tindakannya hanya untuk dirinya sendiri, egois, individualis
3. Melakukan dhulmun, yakni memandang orang lain sebagai sumber kesulitan dan kesusahan.
Sholat akan membuat kita terhindar dari kekosongan dan kekeringan jiwa. Sholat akan menjauhkan kita dari hampanya jiwa. Puncak dari dzikrullah pun adalah shalat. Shalat adalah oase bagi jiwa kita.
TQS Thoha : 14 “Dan dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku … “
Fungsi sholat bagi kita :
1. ‘Ainul Hayati : mata air kehidupan
2. Ma’had Rabbani : tempat untuk menguatkan kembali janji-janji kita kepada Alloh Ta’ala. Sholat membuat hidup kita terikat dengan Alloh. Ketika kita sholat, kita masuk ke ma’had. Karena sholat adalah Ma’had Robbani. Ma’had adalah tempat pendidikan, semacam sekolah/kampus.
Santri yang baik, meski sudah keluar dari pondok tapi merasa terikat dengan aturan-aturan pondok. Begitu juga kita. Kita semua adalah santri dari ma’had bernama sholat. Di luar sholat, mestinya kita merasa terikat dengan sholat.
3. Wasilah Taqorrub. Sholat adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Alloh. Taqarrub khusus. Hanya bisa disandarkan ke Alloh.
Simat/tanda-tanda muqorrobun (orang-orang yang sudah dekat dengan Alloh) :
a. Selalu merasakan kehadiran Alloh swt kapan pun, dimana pun, dan dalam kondisi bagaimana pun. Hidupnya pun akan hati-hati, tidak sembrono dan hatinya akan tenang.
b. Menyerahkan hawa nafsu kepada kehendak Alloh Ta’ala. Contoh : sholat dengan adanya imam, harus mengikuti gerakan imam. Manut. Pergi dengan atasan, minta berhenti karena lapar ke atasan. Atasan bilang, tar saja, di sana saja, di sana makanannya lebih enak, ikut saja.
c. Merasa tidak memiliki dan dimiliki apa pun dan siapa pun kecuali bahwa semua adalah tititpan dari Alloh dan ia pun adalah milik Alloh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar