Minggu, 06 Februari 2011

Tiga Jenis Jiwa

Bismillahirrahmanirrahiim 

Ada tiga jenis jiwa.
1.    Jiwa yang utuh. Bila diibaratkan sandal, maka jiwa yang utuh adalah semisal dengan dua pasang sandal yang siap untuk dipakai pemiliknya. Sang pemilik tidak perlu repot untuk mencari. Ia tinggal memakainya, begitu saja dan begitu mudahnya, karena sepasang sandal itu ada berdekatan dan siap dipakai.
2.    Jiwa yang retak. Diibaratkan sandal, ia adalah sepasang sandal yang tidak ( atau belum ?) kompak. Yang kanan terletak di mana, yang kiri berada jauh dari pasangannya yang kanan. Ketika sang pemilik sandal mau memakainya pun rada ribet. Karena harus mencari dan mensejajarkan kedua sandal itu, bahkan membaliknya terlebih dahulu karena si sandal sempat terbalik. Butuh waktu agar sepasang sandal itu siap untuk berfungsi dengan baik.
3.    Jiwa yang rusak. Lebih parah dari jiwa yang retak. Jiwa yang rusak ibarat sandal yang hanya tinggal sebelah. Ia tidak lagi berpasangan, kanan dan kiri. Sandal yang sebelah pun hilang entah kemana. Apakah kita bisa memakai, mengfungsikan sandal yang hanya sebelah itu ? Bisa sih, meski kaki kita yang sebelah terpaksa berjinjit atau kotor karena tidak memakai sandal sebelahnya. Tidak bisa berfungsi secara optimal, itulah jiwa yang rusak.

Empat penyebab jiwa yang rusak :
a.       Adanya kebencian
Fenomena-Fenomena Kebencian
1.       Menyimpan rasa tidak suka kepada sesama
2.       Mendiamkan saudara seiman
3.       Memandang sesama sebagai ‘orang lain’. 
4.       Membiarkan sesama dalam keadaan sulit dan susah
5.       Menampakkan sikap tidak senang dan tidak menyenangkan terhadap sesama
6.       Senang melihat sesama dalam keadaan susah dan sulit
7.       Merencanakan segala yang merugikan sesama
8.       Sengaja menyakiti, merugikan dan mendzolimi sesame
Mirip benci tetapi bukan benci
- marah karena ingin merubah
- mendiamkan untuk menta’zir (membuat orang lain kapok agar tidak mengulangi perbuatannya lagi)
- menghukum untuk menyadarkan
BENCI merupakan indikasi terjadinya erupsi hati.
Erupsi hati jauh lebih berbahaya daripada erupsi merapi. 

Penyebab jiwa rusak lainnya :
b.      Adanya kesombongan. Merasa masih ada orang yang lebih rendah dari dirinya
c.       Cinta dunia. Menyukai segala kesenangan dunia yang tidak ada nilainya untuk kehidupan akherat
d.      Putus harapan
Wallahu'alam.
Alhamdulillah

(disusun u update blog Sabtu, 4 Feb'11 dari catatan seorg teman, Astuti, hasil kajian di Darush Sholihat, dsampaikan oleh Ustadz Syatori sendiri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar