Selasa, 15 Februari 2011

Kesenangan dalam Kesusahan


Bismillahirrahmanirrahiim, Kamis, 18 November 2010
Hidup adalah pilihan
Pilihan hidup di dunia akan berdampak bagi hidup kita di akherat
Pilihan-pilihan di akherat :
1.      TQS Al Fajr : 24 – 26 - Ia berkata,” Ah, kiranya kalau saya dahulu menyediakan (bekal) untuk hidupku ini”. Maka pada hari itu tidak ada seseorang yang menyiksa seperti siksaNya dan tidak ada seseorang yang membelenggu seperti belengguNya.
2.      TQS Al Fajr : 27 – 30 -Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha (puas), dan diridhai. Maka masuklah dalam golongan ahmba-hamba-Ku danmasuklah dalam surgaKu
Memilih yang manakah kita ?
Ada empat pilihan hidup di alam fana/dunia :
1.      Susah, sesudah itu susah
2.      Senang, sesudah itu susah
3.      Susah, sesudah itu senang
4.      Senang, sesudah itu senang
Sebenarnya ada kesenangan di dalam kesusahan.
Untuk bisa menemukan kesenangan dalam kesusahan, mestilah mengerti.
Bukti bahwa kita mengerti adalah kita tetap merasakan rahman dan rahimNya Alloh di balik setiap musibah yang menimpa.
Bukankah jalan menuju surga itu diliputi oleh hal-hal yang tidak menyenangkan ?
Mendatangi hal-hal yang menyenangkan adalah kesenangan semu.
Mendatangi tempat kesusahan adalah kesenangan yang sesungguhnya.
Kesenangan sejati adalah ketika kita merasa dekat dengan surga
Ketika kita ikhlas, maka kita akan menemukan kesenangan di dalam kesusahan
Ikhlas adalah samanya ada dan tiada, samanya dilihat/tidak dilihat.
Ikhlas adalah ridho dan lapang

Kamis, 25 November 2010
Iradah kauniyah : kehendak Alloh yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam hidup. Untuk itu kita mesti menyikapinya dengan ridha
Ciri ridho :
Ikhlas dan lapang menerima setiap hal, setiap peristiwa dan kejadian, tenang (bukti keikhlasan dan kelapangan), serta tetap bersandar kepada Alloh. Siapa yang ikhlas dengan semua musibah yang menimpa maka Alloh akan anugerahkan kepadanya rasa senang di dalam segala kesusahan. Jiwa manusia akan menemukan keutuhannya ketika menerima hal-hal yang tidak disenangi, ketika ikhlas. Ikhlas itu senang ketika susah, senang dalam segala hal yang susah.
Menjadikan semua kesusahan sebagai kesempatan untuk membuat diri menjadi lebih baik.

Iradah Syar’iyyah- takdir syar’i seperti sholat, puasa, etc
Sikap kita dengannya adalah taslim = menerima. Wujud taslim kita terhadap iradah syar’iyyah :
1.      Menyakini hanya Alloh yang berhak menentukan kebaikan dan keburukan di dalam hidup
Baik buruk itu dari Alloh dan Alloh yang menentukannya
2.      Menyakini tidak ada satu pun ketetapan Alloh yang tidak memuliakan kita
3.      Ikhlas dan lapang menerimanya
4.      Tunduk dan patuh mengamalkannya

Kamis, 9 Desember 2010
Kasih sayang Alloh bukan terletak pada kasih sayang itu sendiri, melainkan terletak pada kondisi internal diri kita pada saat mendapat kasih sayangNya. Contoh : durian yang enak diberikan ke mereka yang tidak suka durian, akan terasa tidak nikmat juga
Memahami kasih sayang Alloh = memahami diri kita sendiri
Sebelum berdamai dengan dirimu sendiri, maka engkau tidak akan pernah puas dengan apa pun yang kau miliki ( ahli hikmah )
Belum puas itu merasa kurang, tidak / belum bisa merasakan kasih sayang Alloh
Siapa pun akan dikatakan berdamai dengan dirinya sendiri, manakala ia tidak mempersoalkan segala kesusahan yang menimpa dirinya
Kesusahan adalah kesulitan yang bisa diabaikan, tergantung kita mau membuatnya sulit/tidak, merupakan persoalan / masalah bukan. Contoh : dihina, diejek.
Segala kesusahan di dalam hidup bukanlah mau kita tetapi maunya Alloh. Dihadirkan untuk menjadi ujian. So .. jangan persoalkan hal-hal yang menyusahkan kita. Mangkel jengkel adalah hal yang menjerumuskan kita. Lebih baik apabila kita tidak mempersoalkannya.
Langkah-langkah untuk bisa merasakan kasih sayang Alloh :
1.      Pikirkan apa yang sudah ada, jangan pikirkan apa yang kita inginkan. Syukuri apa yang ada setelah itu berpikirlah untuk mendapat yang lebih dari itu.
2.      Melihat pada kelebihan, tidak melihat kekurangan
3.      Ketika mendapat rahmat, bertanyalah pada diri sendiri, “Mengapa saya, ya Alloh ?” Tumbuhkan kekuatiran
4.      Ketika mendapat musibah, bertanyalah, “pelajaran berharga apa yang bisa kita dapat dari peristiwa ini ?” Ketika kita sabar dan ikhlas, maka insya Alloh akan banyak mendapat kemudahan. Kemudahan didapat ketika kita sabar. Itulah rahmat kasih sayang Alloh. Mereka yang menempuh cara-cara yang disukai Alloh
5.      Mengunakan semua nikmat Alloh untuk kebaikan. Temukan kasih sayang Alloh dalam keagunganNya
Jangan menasehati orang yang belum mau atau belum merasa butuh dinasehati. Buat dia butuh untuk dinasehati. Caranya ? Ingin orang itu belajar sabar, tunjukkan bahwa kita sabar dan sabar itu membahagiakan.
Wallahu’alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar