Helen Keller menderita buta tuli dan bisu sejak kecil karena polio. Meski begitu dalam bimbingan sang guru, Anne Sullivan, ia berhasil meraih diplomanya. Ialah diffabel pertama peraih diploma. Difabel = different ability, julukan baru yang lebih baik untuk penyandang cacat. Berikut adalah kata-kata Helen Keller yang bertenaga.
Hasil tertinggi dari pendidikan adalah sikap toleran. Toleransi adalah prinsip dasar komunitas. Itulah yang menjaga semua pemikiran terbaik manusia
Hal-hal terbaik dan terindah dalam kehidupan tidak bisa dilihat atau diraba, tetapi harus dirasakan dengan hati
Bergembiralah ! Jangan pikirkan kegagalan hari ini, pikirkanlah kesuksesan yang akan datang esok. Sukses akan diraih jika engkau gigih dan akan engkau temukan kegembiraan dalam menaklukkan berbagai rintangan
Semakin kupikirkan, semakin aku yakin bahwa kepatuhan adalah gerbang untuk memasukkan pengetahuan dan juga cinta ke dalam pikiran anak itu (Anne Sullivan, guru Helen Keller)
Aku bahagia sepanjang hari karena pendidikan telah menghadirkan cahaya dan musik ke dalam jiwaku
Pikiran seorang anak tak ubahnya sungai kecil yang beriak dan menari lincah di atas aliran berbatu serta memantulkan bunga di sini, semak di sana, awan di situ.
Tugasku adalah berlatih, berlatih, dan berlatih. Aku sering merasa lelah dan patah semangat tetapi begitu aku teringat bahwa tak lama lagi aku akan pulang dan memperlihatkan kepada orang-orang tercintaku apa yang telah aku raih, aku pun terdorong kembali.
Masyarakat mesti tahu bahwa seorang tunanetra bukanlah seorang bodoh dan idiot. Dia memiliki pikiran yang bisa dididik, tangan yang bisa dilatih, ambisi yang pantas untuk diperjuangkan dan adalah tugas masyarakat untuk membantunya meraih yang terbaik bagi dirinya sehingga dia bisa meraih cahaya melalui pekerjaannya.
Meskipun dunia penuh dengan penderitaan, ia juga penuh dengan perjuangan menaklukkan penderitaan itu.
Ketika kemajuan mencari mitra, ia tidak berpaling kepada orang yang percaya bahwa mereka biasa-biasa saja. Ia berpaling kepada orang yang senantiasa mencari dan berjuang untuk menjadi yang terbaik yang mungkin mereka raih.
Tidak ada batas bagi keberanian dan keyakinan. Keterbatasan fisik tidak akan menghalangi seseorang untuk mencapai kesempurnaan hidup ( Eko Ramaditya Adikara, seorang tuna netra )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar