Selasa, 05 April 2011

Hati Seperti Hp


Jelajah Hati, Sabtu 15 Januari 2011, ust Syatori himself
TANDA bahwa HATI seperti Hp yang bisa nyambung  : BERSINYAL KUAT, ON DAN DIANGKAT

A. Hati seperti Hp dengan sinyal kuat adalah hati yang yataffakar ( hati yang seluruh relungnya terisi oleh perasaan-perasaan Robbaniyah).
Perasaan robbaniyah adalah perasaan yang ada kaitannya dengan Alloh.
Untuk mempunyai perasaan-perasaan Robbaniyah tersebut, maka kita perlu untuk merenungi ciptaan-ciptaan Alloh : binatang dan tumbuhan, kejadian alam, diri sendiri
Ada tiga induk dari perasaan-perasaan Robbaniyah :
  1. Ketika kita melihat makhluk ciptaan Alloh seperti buah-buahan, hewan, manusia dengan rupa beraneka ragam maka semestinyalah kita berkata” Ya Alloh, tidaklah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia.” Kita merenungkan kebaikan-kebaikan Alloh sehingga memunculkan rasa mahabbah, cinta dan memendam rindu pdaNya. 
  2. Dengan merenungi kejadian-kejadian alam yang Alloh hadirkan, kita melihat adanya keagungan Alloh di balik setiap kejadian. Maka perasaan yang muncul adalah ta’dhzim, merasakan keagungan dan kekuasaan Alloh. Contohnya dengan adanya erupsi, dengan lava yang bersuhu 800 derajat C, alquran di dalam kotak kayu yang telah gosong tetapi tetap utuh, sementara sertifikat tanah, ijazah, surat berharga di dalam kotak besi berubah menjadi abu karena terkena panasnya lahar Merapi.
  3. Merenungi diri kita sendiri, kita mestinya merasa takut dan cemas tidak bisa selamat dari adzab neraka.
Ketika perasaan mahabbah/cinta, ta’dhzim dan khouf berpadu di dalam hati maka akan terpancarlah dari hati tersebut sinyal-sinyal kebaikan dan bersambung dengan pikiran akal
B. Hati seperti Hp yang ON adalah hati yang yadzur, selalu merasakan kebersamaan dengan Alloh
C. Hati seperti Hp yang ‘diangkat’ adalah hati yang selalu menerima kehadiran iman, hati yang yaqbal.
Iman hadir melalui peristiwa. Misal kita menerima musibah maka ajakannya adalah menjadi lebih sabar.
Ketika kita sabar, berarti kita menerima ajakan kebaikan, menerima kehadiran iman.
Bukti bahwa hati telah menerima iman :
  1. Kita meminta untuk diampuni Alloh. 
Permintaan kita yang terangkum dalam doa, kita luaskan di keseluruhan hidup kita. Seluruh tindakan kita adalah gambaran (=pengejawantahan ) permintaan/doa kita kepada Alloh. Misal : ketika kita memohon ampun atas dosa-dosa kita, maka tindakan-tindakan kita pun harus jauh dari dosa dan maksiat.

      2. Kita meminta untuk dihapuskan dari semua kejelekan kita.
    Untuk itu, kita harus berusaha untuk menebus agar kejelakan kita terhapus. Dengan melakukan kebaikan yang lebih baik dan lebih banyak, agar terhapus dampak/akibat dari dosa-dosa kita.Selalulah ingat bahwa setiap melakkan maksiat atau dosa maka kita seperti sedang memaku tembok. Seringan apa pun teembok kita paku, maka ia akan meninggalkan bekas ! Perumpamaan lain bagi mereka yang berdosa adalah, seseorang yang memakai baju yang telah sobek (karena dosa dan maksiatnya). Baju yang sobek, dibenerin seperti apa juga tetaplaj baju yang sobek.

    1. Kita berdoa, Ya Alloh wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik.
    Baik di sini dilafadzkan dengan al birr, kebaikan yag paling tinggi, kebaikan dengan kualitas yang paling baik.

    Contohnya adalah birrul walida’in, berbuat baik kepada orangtua, berarti kita berbuat baik kepada orang tua dengan kualitas kebaikan yang terbaik.

    Jadi … kita berusaha untuk mati ketika berada dalam puncak kebaikan (al birru).

    Apa tolak ukur orang yang sudah berada pada al birru ?

    Ketika seorang mukmin kualitas kebaikannya mengantarkannya memendam rindu pada kampong akherat.

    Kerinduan kepada kampong akherat akan memudahkan hati tersentuh, tergugah dan tergerak untuk melakukan segala kebaikan, kebaikan yang terbaik. Subhanalloh.

    Wallahu’alam ( persembahan wik  utk update blog : www.qonitat4171.blogspot.com, Selasa, 5 April 2011. Semoga Alloh suka)



    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar